Allah Ta'ala berfirman:
وَنَادَوْا۟ يَٰمَٰلِكُ لِيَقْضِ عَلَيْنَا رَبُّكَ ۖ قَالَ إِنَّكُم مَّٰكِثُونَ
Mereka berseru:Hai Malik, biarlah Tuhanmu membunuh kami saja". Dia menjawab: "Kamu akan tetap tinggal (di neraka ini)".(Q.S.Az-Zukhruf(43):77)
Ayat diatas menjelaskan betapa sangat beratnya azab neraka, sehingga orang yang masuk kedalamnya meminta kepada malaikat Malik, malaikat penjaga neraka untuk menyampaikan permintaan mereka kepada Allah agar mereka dimatikan saja. Namun malikat seolah- olah mengatakan percuma saja, tidak usah meminta apapun karena mereka tetap tinggal disana selama- lamanya.
Dalam tafsir al- Azhar Buya Hamka menjelaskan: Karena mati itu hanya sekali, yakni seketika kamu meninggal dunia sesudah itu baik di syurga atau di neraka mati tidak ada lagi.(Tafsir al Azhar, h. 6570) maksudnya adalah mati yang kedua.
Sebagaimana Allah menjelaskan dalam al quran hidup dua kali dan mati dua kali. Allah berfirman:
إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا يُنَادَوْنَ لَمَقْتُ اللَّهِ أَكْبَرُ مِنْ مَقْتِكُمْ أَنْفُسَكُمْ إِذْ تُدْعَوْنَ إِلَى الْإِيمَانِ فَتَكْفُرُونَ, قَالُوا رَبَّنَا أَمَتَّنَا اثْنَتَيْنِ وَأَحْيَيْتَنَا اثْنَتَيْنِ فَاعْتَرَفْنَا بِذُنُوبِنَا فَهَلْ إِلَى خُرُوجٍ مِنْ سَبِيلٍ
“Sesungguhnya orang-orang yang kafir diserukan kepada mereka (pada hari kiamat): “Sesungguhnya kebencian Allah (kepadamu) lebih besar daripada kebencianmu kepada dirimu sendiri karena kamu diseru untuk beriman lalu kamu kafir”. Mereka menjawab: “Ya Tuhan kami Engkau telah mematikan kami dua kali dan telah menghidupkan kami dua kali (pula), lalu kami mengakui dosa-dosa kami. Maka adakah sesuatu jalan (bagi kami) untuk keluar (dari neraka)?” (QS. Al Mu’min [40]: 11)
Imam syaukani dalam tafsirnya fathul qodir menjelaskan: yang dimaksud mati dua kali dan hidup dua kali adalah , mati pertama ketika manusia masih dalam berbentuk nutfah(sperma) didalam sulbi bapak mareka, lalu mati lagi setelah dia mati didunia, adapun maksud hidup dua kali adalah hidup ketika didunia sekali dan hidup disaat dibangkitkan dihari kiamat sekali lagi. ( Fathul qodir: juz. 6, h. 313)
Dalam tafsir al Qurtubi di jelaskan awalnya para penduduk neraka meminta kepada para penjaga- penjaga neraka ( malaikat selain malaikat Malik) agar mereka bisa diringankan azabnya barang sehari saja, namun permintaan tersebut tidak dikabulkan. Allah berfirman:
وَقَالَ ٱلَّذِينَ فِى ٱلنَّارِ لِخَزَنَةِ جَهَنَّمَ ٱدْعُوا۟ رَبَّكُمْ يُخَفِّفْ عَنَّا يَوْمًۭا مِّنَ ٱلْعَذَابِ قَالُوٓا۟ أَوَلَمْ تَكُ تَأْتِيكُمْ رُسُلُكُم بِٱلْبَيِّنَٰتِ ۖ قَالُوا۟ بَلَىٰ ۚ قَالُوا۟ فَٱدْعُوا۟ ۗ وَمَا دُعَٰٓؤُا۟ ٱلْكَٰفِرِينَ إِلَّا فِى ضَلَٰلٍ
Dan orang-orang yang berada dalam neraka berkata kepada penjaga-penjaga neraka Jahanam: "Mohonkanlah kepada Tuhanmu supaya Dia meringankan azab dari kami barang sehari".Penjaga Jahanam berkata: "Dan apakah belum datang kepada kamu rasul-rasulmu dengan membawa keterangan-keterangan?" Mereka menjawab: "Benar, sudah datang". Penjaga-penjaga Jahanam berkata: "Berdoalah kamu". Dan doa orang-orang kafir itu hanyalah sia-sia belaka. (Q.S.al-mu’min (40): 49-50)
Karena keputus-asaan mereka dari melobi malaikat penjaga- penjaga neraka, maka mereka langsung meminta kepada pemimpin malaikat tersebut yaitu malaikat Malik, namun saat itu malaikat Malik diam dan menjawab dengan mengatakan : إِنَّكُم مَّٰكِثُونَ "Kamu akan tetap tinggal (di neraka ini)". Malaikat malik menjawab pertanyaan mereka setelah 80 tahun diam lamanya. Padahal satu tahun 360 hari, dan satu bulan itu 30 hari, dan satu hari itu sama dengan 1000 tahun menurut perhitungan kalian. (Tafsir al-Qurtubi. Juz. 16, h. 117)
Coba kita bayangkan betapa beratnya dan tersiksanya fisik dan ruh mereka penghuni neraka, mereka minta agar diringankan azabnya satu hari saja ke para penjaga neraka, tapi tidak dihiraukan sama sekali. Ketika menghadap Malik sang pimpinan semua malaikat neraka, tapi justru di didiamkan sekian lama yaitu 80 tahun, dan kalau dihitung dengan lamanya didunia satu harinya dineraka sama dengan 1000 tahun tinggal didunia maka mereka menunggu jawaban malaikat Malik atas diamnya itu adalah 28,8 juta tahun. Setelah diberi jawaban ternyata jawabannya justru membuat putus asa. Yaitu tinggal selama- lamanya dineraka. Wal ‘iyazu billah.
Referensi
· Tafsir al- Azhar. Buya Hamka
· Tafsir fathu al-Qadir, Imam Syaukani
· Tafsir al- Jami’ li ahkam al- Quran. al-Qurtubi
Rabu 29 Safar 1448 H/ 12 Agustus 2026
Penulis: Dr. Muttaqin, S.Pd.I,M.H